10 Tips Untuk Mengurangi Resiko Stroke

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedintumblrmail

Stroke adalah

Mencegah Lebih Baik Daripada Mengobati

Stroke adalah serangan otak. Hal ini terjadi ketika pasokan darah ke otak terganggu. Stroke adalah penyebab utama kecacatan pada orang dewasa dan menyumbang banyak pada kasus kematian. Risiko stroke dapat dikurangi. Ingat, mencegah lebih baik daripada mengobati! Berikut adalah 10 tips untuk mengurangi risiko stroke.

1) Kontrol Tekanan Darah

Tekanan darah tinggi merupakan faktor risiko yang paling penting dalam pencegahan stroke. Hipertensi yang tidak terkontrol meningkatkan empat kali lipat risiko stroke. Tekanan darah tinggi harus diobati jika berulang kali di atas 140/90 mmHg. Jika Anda memiliki diabetes, tekanan darah Anda harus di bawah 130/85 mmHg. Selain obat-obatan, gaya hidup memainkan peran penting dalam mengontrol tekanan darah. Memiliki pola makan yang sehat, mengurangi asupan alkohol dan garam serta berolahraga secara teratur adalah beberapa langkah-langkah gaya hidup yang dapat mengurangi tekanan darah.

2) Kontrol  Kadar Gula Darah

Diabetes menyebabkan kadar gula darah tinggi dalam tubuh. diabetes yang tidak terkontrol selama periode waktu yang panjang dapat menyebabkan kerusakan pembuluh darah dan saraf. Risiko stroke adalah 1,5 kali lebih pada penderita diabetes. kontrol yang baik dari gula darah pada penderita diabetes mengurangi risiko stroke. Diet sehat, minum obat yang diresepkan oleh dokter Anda dan pemantauan secara teratur sangat penting dalam mengontrol kadar gula darah.

3) Kontrol  Kadar Kolesterol

Kolesterol tinggi dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah dalam tubuh Anda. Hal ini dapat menyebabkan penyumbatan aliran darah ke organ vital Anda termasuk otak, meningkatkan risiko stroke. Kontrol diet termasuk mengurangi asupan makanan tinggi kolesterol dan lemak jenuh, seperti santan, makanan digoreng dan makanan laut.

4) Berhenti Merokok

Merokok meningkatkan risiko stroke sebesar 1,5 sampai 2,5 kali. Risiko ini berkurang secara signifikan segera setelah Anda berhenti merokok, dan akan setara dengan yang non-perokok dalam waktu lima tahun berhenti. Jadi berhenti merokok hari ini. Konsultasikan dengan dokter Anda yang dapat membantu Anda untuk berhenti merokok.

Menjaga berat badan ideal5) Menjaga Berat Badan Ideal

Obesitas adalah akumulasi kelebihan lemak tubuh. Hal ini terkait dengan berbagai faktor risiko stroke seperti diabetes, tekanan darah tinggi dan kadar kolesterol tinggi. risiko stroke sangat tinggi dengan disposit lemak di sekitar daerah perut. Anda dapat menghitung indeks massa tubuh (BMI) dengan menggunakan tinggi dan berat badan. Untuk mendapatkan BMI Anda, hanya membagi berat badan Anda dalam kg dengan tinggi badan dikali tinggi badan Anda dalam meter. Kisaran ideal untuk kerangka tubuh Asia adalah 18,5-23,9. Berat badan ideal dipertahankan dengan memiliki pola makan yang sehat dan berolahraga secara teratur.

6) Pola Makan Sehat

Diet yang tidak sehat meningkatkan risiko stroke, serta tekanan darah tinggi, diabetes dan kolesterol tinggi. Mengkonsumsi garam dan alkohol secara berlebihan memberikan kontribusi untuk tekanan darah tinggi. Mulai hari ini dengan diet sehat yang memiliki asupan kalori yang tepat dan tinggi serat dan rendah kolesterol; kurangi asupan garam Anda.

7) Olahraga Secara Teratur

Risiko stroke lebih tinggi dengan gaya hidup. Olahraga setidaknya 3-5 kali seminggu, 30-60 menit setiap kali. Cari pola latihan yang sesuai dengan gaya hidup dan kepribadian Anda. Olahraga teratur membantu mengurangi obesitas juga membantu dalam pencegahan serta mengatur tekanan darah tinggi, diabetes dan kolesterol tinggi.

stroke8) Konsumsi Obat Anda Seperti Yang Diinstruksikan

Jika Anda didiagnosis dengan tekanan darah tinggi, diabetes dan kolesterol tinggi, penting untuk mengkonsumsi obat Anda seperti yang diperintahkan oleh dokter Anda, bahkan ketika Anda merasa baik-baik saja. Tekanan darah tinggi, diabetes dan kolesterol tinggi dapat dikendalikan secara efektif dengan obat. Tidak mengkonsumsi obat resep akan meningkatkan risiko stroke.

9) Melakukan Pemeriksaan Kesehatan Rutin

Melakukan pemeriksaan kesehatan tahunan untuk memantau tekanan darah, kolesterol dan gula darah Anda setelah Anda lebih dari 40 tahun. Dengan melakukan pemeriksaan kesehatan rutin, faktor risiko stroke ini dapat dideteksi lebih awal.

10) Mengetahui Tanda-tanda Stroke

Stroke kadang-kadang didahului oleh gejala-gejala peringatan yang disebut transient ischemic attack (TIA). TIA adalah serangan gejala stroke. Namun, TIA sering diikuti dengan stroke yang dapat menyebabkan kecacatan dan kematian. Dengan demikian, penting untuk segera pergi ke gawat darurat rumah sakit sesegera mungkin jika Anda mengalami gejala TIA.

Ingat cara FAST berikut untuk mendeteksi gejala stroke atau TIA:

F (Facial Droopingh) adalah untuk terkulai wajah ketika orang itu diminta untuk tersenyum;

A (arm weakness) adalah kelemahan lengan di mana lengan melayang ketika diangkat;

S (Speech) adalah untuk berbicara yang kurang jelas atau tidak dapat dipahami; dan

T (Time) adalah waktu, bertindak cepat untuk dibawa ke rumah sakit sesegera mungkin.

Kunjungi MyNurz.Com untuk menemukan Jasa Perawat lansia (Perawat Orang Tua, Perawat Homecare), Fisioterapis, Terapis Wicara & Terapis Okupasi.

Atau Hubungi:
Tlp:(021) 30053500
SMS/ WA: 0851-0835-5373
Email: Support@MyNurz.com

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedintumblrmail

You may also like...