4 Cara Perawat Bantu Kesehatan Mental untuk Pasien Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK)

Facebooktwitterredditpinterestlinkedintumblrmail

4 Cara Perawat Bantu Kesehatan Mental untuk Pasien Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK)

Pasien dengan kasus penyakit pada paru-paru berefek pada menurunnya aktivitas fisik dan juga mental. Masalah kesehatan mental yang umum pada pasien dengan penyakit paru kronis yaitu lebih tingginya kecemasan dan depresi. Perkiraan untuk gejala depresi pada pasien dengan PPOK berkisar dari 15%-35%, dan sebesar 49% untuk pasien dengan penyakit interstisial paru.

Menurut McMurray yang merupakan asisten profesor di Universitas Alabama, sebagian besar pasien dengan penyakit paru perlu beruang untuk mengatasi kecemasan atau depresi.

Baca juga : Manfaat Olahraga dan Durasi yang Baik untuk Lansia

Merawat Pasien PPOK

Berikut adalah beberapa hal yang bisa dilakukan dengan bantuan perawat untuk penyakit PPOK :

Jadilah pendengar

Pasien dengan penyakit paru seringkali merasakan minder dikarenakan menganggap dirinya tak lagi ada yang mendengar atas pendapat atau opininya. Perawat dapat meningkatkan dukungan sosial pasien hanya dengan menjadi pendengar yang pasien inginkan. Hal ini dapat sangat membantu ketika keluarga pasien menjalani kesibukan di luar rumah. Perawat akan mendengarkan dengan setia dan memberikan perhatian khusus untuk pasien.

“Perawat tidak akan mengambil posisi keluarga, tapi ia cukup sebagai pendenger dan itu sangat berarti untuk pasien khususnya lansia,” kata McMurray.

Sering kali, pasien tidak ingin membebani orang lain dengan perasaan mereka, sehingga mendorong pasien untuk menyimpan sendiri apa yang dirasakan.

Melakukan aktivitas

Salah satu hal yang paling penting adanya perawat yaitu mendorong pasien untuk melakukan kegiatan yang mereka nikmati atau menemukan aktivitas baru. Sebagai contoh, jika pasien suka memasak tetapi memerlukan posisi berdiri di dapur yang membuat pasien kesulitan, perawat akan membantu menyediakan bangku untuk pasien agar bisa duduk saat memasak. Hal yang paling penting adalah pasien merasa tetap terlibat dalam aktivitas yang dijalani. 3. melibatkan pengasuh lain.

Bantuan tenaga kesehatan mental

Jika gejala kesehatan mental pasien tidak kunjung membaik, pertimbangkan untuk merujuk pasien ke tenaga spesialis kesehatan mental (seperti psikolog, psikiater atau konselor kesehatan mental berlisensi). Berdasarkan penjelasan McMurray yaitu dokter, perawat, ahli gizi dan tenaga kesehatan mental bekerja sama untuk tujuan pemulihan pasien.

Baca juga : 8 Tips Cegah Demensia Pada Lansia

Bekerjasama dengan keluarga

Untuk pemulihan pasien dengan penyakit PPOK, keluarga diikutsertakan berpartisipasi dalam perkembangan pasien. Selain bantuan dari perawat, pasien juga membutuhkan waktu untuk berbagi cerita bersama keluarga agar tidak depresi.

Jika Anda membutuhkan layanan perawat home care untuk pasien dengan penyakit PPOK, segera konsultasikan perawatan kesehatan melalui telp (021) 2789 9963 atau Whatsapp di no 0811 1929 119 atau kunjungi website  www.mynurz.com. Banyak terdapat program perawatan home care seperti program perawatan pasca stroke, program perawatan kanker, program perawatan diabetes, program perawatan luka pasca operasi, program perawatan travel nurse dan program perawatan home visit.

MyNurz merupakan layanan kesehatan home care secara online untuk menyediakan perawat medis 24 jam, terapi fisik / fisioterapi, terapis okupasi dan terapis wicara yang bisa datang ke rumah. Dengan layanan rawat pasien di rumah, Anda merasa nyaman saat berkumpul di rumah dengan keluarga dan tetap mendapat perawatan dari jasa perawat homecare profesional. #BerkatDia

Facebooktwitterredditpinterestlinkedintumblrmail

You may also like...