8 Tips Cegah Demensia Pada Lansia

Facebooktwitterredditpinterestlinkedintumblrmail

Tips Cegah Demensia Pada Lansia

Berdasarkan sebuah penelitian dari Rush University Medical Center dan Illinois Institute of Technology mendapati 152 orang lansia untuk mengukur kondisi otak mereka. Para peneliti kemudian memeriksa berapa banyak waktu masing-masing lansia dihabiskan untuk kegiatan yang merangsang mental, seperti membaca, menulis, menonton, atau melakukan permainan seperti catur.

Terdapat dua macam demensia, yaitu alzheimer yang disebabkan oleh bagian otak yang tak berfungsi serta demensia vaskular yang disebabkan kurangnya darah ke otak. Beberapa kasus demensia juga bisa disebabkan oleh kelainan genetik.

Baca juga : Sindrom Matahari Terbenam Pada Pasien Alzheimer

Meski begitu, demensia masih bisa dicegah, bahkan pada lansia. Berikut adalah beberapa langkah untuk mencegah demensia :

Konsumsi Ikan

Penelitian menunjukkan bahwa asam lemak omega-3 mampu mencegah alzheimer dan demensia. Untuk itu, lebih banyak konsumsi ikan air dingin seperti tuna, salmon, sarden, atau konsumsi suplemen minyak ikan yang kaya omega-3.

Tidur Cukup

Usahakan untuk mendapat waktu tidur yang cukup, hal ini sangat penting bagi kesehatan tubuh dan otak. Pasien yang mengalami kesulitan tidur seringkali dikaitkan dengan munculnya penyakit alzheimer di kemudian hari. Pastikan Anda mendapatkan waktu tidur yang cukup setiap hari.

Jangan Stres

Stres bisa membuat otak bekerja keras. Sebuah penelitian di Swedia pada tahun 2010 menunjukkan bahwa wanita yang sering stres lebih berkemungkinan menderita demensia ketika sudah lansia. Untuk itu, sebaiknya jangan mudah stres. Jika Anda mulai stres, segera periksakan diri ke dokter dan atasi stres Anda.

Bersosialisasi

Demensia bisa dicegah dengan pergaulan yang aktif dan seringnya bersosialisasi dengan orang lain. Bersosialisasi dengan orang lain diketahui mampu meningkatkan koneksi otak, sehingga tidak mudah terluka di kemudian hari. Jadi, jangan suka menyendiri. Berkumpullah dengan banyak orang untuk ngobrol atau sekedar bertukar kabar.

Hindari Alkohol

Kebiasaan minum alkohol dan merokok bisa meningkatkan risiko alzheimer hingga tujuh tahun ke depan. Berhenti merokok bisa melancarkan peredaran darah ke otak. Begitu juga dengan kebiasaan minum alkohol yang sebaiknya dikurangi.

Baca juga : Pentingnya Jasa Perawat Lansia untuk Pasien Alzheimer

Tips Cegah Demensia Pada Lansia

Hindari Junk Food

Demensia juga bisa dipengaruhi oleh makanan yang Anda konsumsi. Sebuah penelitian mengaitkan gula darah diabetes, tingginya kadar gula dan lemak pada darah, dengan alzheimer. Untuk mencegah alzheimer, sebaiknya hindari makanan yang mengandung lemak jenuh dan kolesterol jahat. Penuhi kebutuhan gizi Anda dengan mengonsumsi sayuran serta buah-buahan.

Menjaga Kesehatan Jantung

Menjaga jantung juga penting untuk menjaga kesehatan otak. Semua ini mengenai peredaran darah yang lancar. Otak menggunakan sekitar 20 persen oksigen pada darah yang mengalir ke seluruh tubuh. Untuk itu, jangan lupa berolahraga untuk menjaga jantung tetap sehat. Anda tak harus ke pusat kebugaran setiap hari. Sekitar 20 menit olahraga setiap hari di rumah sudah cukup untuk menjaga kebugaran.

Latihan Mental

Tajamkan otak Anda dengan permainan yang bisa mengasah otak, seperti puzzle, catur, dan lainnya. Aktivitas yang mengasah otak akan menguatkan koneksi antara sel saraf dalam otak. Hal ini akan membuat otak semakin kebal terhadap kerusakan. Setidaknya Anda harus sering membaca buku untuk membuat otak tetap aktif.

Jika Anda membutuhkan layanan home care khusus untuk penyakit demensia pada lansia, segera konsultasikan perawatan kesehatan melalui telp (021) 2789 9963 atau Whatsapp di no 0811 1929 119 atau kunjungi website  www.mynurz.com. Banyak terdapat program perawatan home care seperti program perawatan pasca stroke, program perawatan kanker, program perawatan diabetes, program perawatan luka pasca operasi, program perawatan travel nurse dan program perawatan home visit.

MyNurz merupakan layanan kesehatan home care secara online untuk menyediakan perawat medis 24 jam, terapi fisik / fisioterapi, terapis okupasi dan terapis wicara yang bisa datang ke rumah. Dengan layanan rawat pasien di rumah, Anda merasa nyaman saat berkumpul di rumah dengan keluarga dan tetap mendapat perawatan dari jasa perawat homecare profesional. #BerkatDia

Facebooktwitterredditpinterestlinkedintumblrmail

You may also like...