Apa yang Harus Dilakukan untuk Menangani Gangguan Pendengaran?

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedintumblrmail

photo-01Gangguan pendengaran merupakan masalah yang banyak terjadi di seluruh dunia. Dari data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tahun 2012 ditemukan 5,3% populasi di dunia mengalami gangguan pendengaran. Berdasarkan data tahun 2017, sebanyak 9,6 juta penduduk Indonesia mengalami gangguan pendengaran.  Hal ini cukup mengkhawatirkan, pasalnya masalah ini justru banyak terjadi pada bayi yang baru lahir. Disebutkan bahwa 1 dari 1000 kelahiran bayi di Indonesia mengalami gangguan pendengaran.

Kebanyakan bayi yang lahir dengan gangguan pendengaran memiliki orang tua yang normal pendengarannya. Artinya, banyak orang tua yang belum mengetahui bagaimana cara menangani gangguan pendengaran tersebut. Virus TORCH menjadi salah satu penyebab terjadinya masalah pendengaran yang dialami bayi dari periode awal sebelum lahir. Bayi yang terlahir dengan gangguan pendengaran juga akan mengalami gangguan pada proses tumbuh kembangnya. Hal ini menyulitkan sang anak untuk beradaptasi, bahkan untuk mendapatkan kemampuan berbicara karena ia tidak dapat mengenali bahasanya sendiri.

Pemeriksaan dini perlu dilakukan untuk mengetahui apakah anak yang baru lahir memiliki masalah pendengaran atau tidak. Hal ini bisa dicurigai ketika sang bayi mulai tumbuh dan ia terbiasa menarik-narik telinganya. Bahkan saat Anda mencoba memberinya stimulasi suara, ia tidak bisa meresponsnya sampai ia melihat Anda. Jika hal ini terjadi, segera periksakan anak Anda ke dokter THT. Setelah dilakukan pemeriksaan dan diketahui tingkat keparahan gangguan pendengaran, biasanya sang anak disarankan untuk menggunakan alat bantu dengar.

Sayangnya, masalah tersebut tidak berhenti sampai disitu saja. Seperti yang tadi disebutkan, anak yang memiliki gangguan pedengaran juga akan mengalami hambatan pada kemampuan berbicaranya. Perlu juga dilakukan terapi bicara untuk  anak yang mengalami gangguan pendengaran sejak lahir. Pada pasien gangguan dengar dari lahir, terapi idealnya dilaksanakan terus-menerus hingga dewasa. Hal ini dikarenakan permasalahan tidak saja terletak pada masalah bicara dan pengucapan tetapi juga pada pemahaman dan tata bahasa.

Kami memahami bahwa untuk menanggulangi masalah gangguan bicara akibat masalah pendengaran ini membutuhkan banyak tenaga terapis yang bisa membantu anak tumbuh dengan kemampuan bicara seperti anak pada umumnya. Maka dari itu kami menyediakan banyak terapis wicara yang bisa Anda andalkan kapan saja.

Kunjungi MyNurz.com untuk menemukan perawat, fisioterapis, terapis okupasi, dan terapis wicara sesuai kebutuhan Anda.

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedintumblrmail

You may also like...