Begini Cara Memilih Terapi Wicara yang Tepat Untuk Pasca Stroke

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedintumblrmail

Pasien pasca stroke umumnya mengalami kondisi penurunan bahasa berupa ketidakmampuan atau kesulitan berbicara atau lazim disebut afasia. Meskipun kebanyakan pasien sembuh dalam beberapa bulan kemudian, 60% di antaranya mengalami gangguan bahasa lebih dari enam bulan setelah serangan stroke. Kondisi ini dikenal dengan afasia kronis. Namun, terapi wicara yang intensif nampaknya dapat memulihkan kemampuan bahasa pasien pasca stroke.

Peneliti menemukan bahwa pasien pasca stroke yang kesulitan berbicara atau memahami pembicaraan menunjukkan perbaikan dalam kemampuan bahasa dan komunikasi yang signifikan setelah menjalani terapi wicara yang intensif.  Menurut Marcus Meinzer, PhD, dari Konstanz Unversitat bahwa biasanya pasien afasia tahap kronis diberikan sekitar dua jam terapi wicara dalam seminggu selama setahun.

Baca juga : Anak Lambat dalam Bicara, Perlukah Terapi Wicara?

Terapi Wicara Untuk Pasca Stroke Penyebab Afasia

Salah satu sisi otak sering disebut sebagai sisi yang dominan, mengontrol kemampuan bicara. Sisi dominan otak Anda adalah sisi yang berlawanan dengan sisi dominan tangan Anda. Jadi, jika Anda kidal, sisi dominan Anda adalah sisi kanan otak, dan jika Anda tidak kidal, sisi dominan Anda adalah di sisi kiri dari otak Anda.

Biasanya, stroke yang mempengaruhi otak bagian Broca atau Wernicke. Bagian Broca berada di tengah atas otak Anda dan Wernicke terletak lebih rendah ke bawah, lebih dekat ke telinga Anda. Kedua bagian ini merupakan bagian dari korteks serebral, merupakan bagian otak yang sering dikaitkan dengan kemampuan berpikir tingkat tinggi dan umumnya mengalami cedera akibat ‘stroke besar.’

Penurunan kemampuan bicara dapat membaik pasca stroke. Terapi wicara biasanya lebih berhasil untuk orang dengan afasia Broca (masalah dengan ritme) daripada dengan afasia Wernicke (masalah dengan bahasa).

Afasia pasti bisa membuat hidup menjadi sulit. Kadang-kadang, pasien pasca stroke bilingual dengan afasia dapat berkomunikasi lebih baik menggunakan bahasa yang mereka pelajari di masa kecil dibanding bahasa keduanya. Beberapa pasien pasca stroke yang mengalami afasia dapat belajar untuk berkomunikasi melalui bahasa isyarat atau seni. Panggil terapi wicara dan coba untuk memaksimalkan komunikasi melalui bahasa isyarat, mimik wajah, bahasa tubuh dan menggambar untuk mengurangi perasaaan terisolasi sebanyak mungkin.

Baca juga : Sebelum Memilih Terapi Wicara untuk Anak Anda, Ketahui Metode Kerjanya Terlebih Dahulu

Memilih Terapi Wicara Pasca Stroke yang Tepat

Terapi untuk pasien pasca stroke berperan penting dalam menjaga kondisi pasien agar tetap baik dan membantu mencegah disabilitas lebih lanjut. Kerusakan otak akibat stroke bisa menyebar dan menjadi masalah jangka panjang. Agar kualitas hidup pasien stroke dapat meningkat, maka diperlukan terapi wicara.

Stroke bisa menyebabkan pasien mengalami kelumpuhan atau berkurangnya kemampuan fungsi tubuh. Meski ada yang bisa pulih sepenuhnya dalam waktu singkat, tapi umumnya pasien stroke membutuhkan dukungan medis dan psikologis dalam jangka waktu yang cukup panjang untuk mengembalikan fungsi tubuhnya agar bisa lebih mandiri.

Salah satu efek pasca stroke adalah hilang atau turunnya kemampuan berbicara. Gangguan bicara akibat stroke bisa meliputi menurunnya kemampuan bicara secara keseluruhan, tidak bisa memakai kata yang tepat, atau tidak mampu menyelesaikan kalimat.

Stroke juga bisa merusak otot yang mengontrol kemampuan berbicara pasien. Terapi stroke untuk gangguan ini bisa dilakukan oleh ahli terapi wicara yang akan melatih pasien berbicara dengan jelas dan runtut.

Jika Anda membutuhkan terapi wicara untuk pasien pasca stroke yang bisa dateng ke rumah, segera konsultasikan perawatan kesehatan melalui telp (021) 2205 7505 atau Whatsapp di no 0811 1929 119 atau kunjungi website  www.mynurz.com. Banyak terdapat program perawatan home care seperti program perawatan pasca stroke, program perawatan kanker, program perawatan diabetes, program perawatan luka pasca operasi, program perawatan travel nurse dan program perawatan home visit.

MyNurz merupakan layanan kesehatan home care secara online untuk menyediakan perawat medis 24 jam, terapi fisik / fisioterapi, terapis okupasi dan terapis wicara yang bisa datang ke rumah. Dengan layanan rawat pasien di rumah, Anda merasa nyaman saat berkumpul di rumah dengan keluarga dan tetap mendapat perawatan dari jasa perawat homecare profesional. #BerkatDia

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedintumblrmail

You may also like...