Cara Mengobati Tuberkulosis

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedintumblrmail

article tb 4Dalam rangka memperingati hari tuberkulosis sedunia, sudah sebaiknya kita mengingatkan orang-orang di sekitar kita untuk melakukan pencegahan infeksi tuberkulosis. Seperti program yang dicanangkan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia sejak 2016, TOSS TB (Temukan TB, Obati Sampai Sembuh), diharapkan masyarakat sesegera mungkin mengobati tuberkulosis sampai tuntas ketika ditemukan seseorang telah terinfeksi.

Tuberkulosis terbagi menjadi dua jenis, TB laten dan TB aktif. Bagi penderita tuberkulosis laten, obat yang dibutuhkan biasanya hanya satu jenis obat. Untuk tuberkulosis aktif membutuhkan beberapa obat yang harus dikonsumsi dalam bersamaan. Obat yang biasanya digunakan untuk penyembuhan tuberkulosis aktif diantaranya isoniazid, rimafin, ethambutol, dan pyrazinamide.

Dalam pengobatan ini dibutuhkan pengawasan ketat. Pasalnya, jika selama 6-9 bulan pengobatan sang pasien sekali saja berhenti meminum obat tersebut, maka pengobatannya harus dilakukan dari awal. Ini disebabkan obat yang diminum sang pasien merupakan obat yang bisa membunuh bakteri yang memerlukan tindakan kontinu. Jika pasien terus mengulangi pengobatan dari awal, maka bakeri tersebut akan menjadi resisten terhadap obat tersebut sehingga tidak dapat dimusnahkan dan bisa menyebabkan kematian.

Pasien tuberkulosis memerlukan pengawasan selama masa pengobatan. Mengapa? Waktu minum obat harus tepat karena jika tidak, bakteri bisa kembali ‘bangkit’ dan untuk memusnahkan bakteri tersebut akan membutuhkan waktu yang lebih lama. Selain itu, obat yang terlalu banyak bisa menurunkan minat sang pasien untuk meminumnya. Bahkan setelah tiga bulan pengobatan, saat pasien sudah merasa keluhannya mulai menghilang, ia akan berhenti melakukan pengobatan karena merasa tidak membutuhkan pengobatan lagi. Padahal, jika pengobatannya dihentikan justru bisa membahayakan kesehatan sang pasien. Selain obat-obatan, beberapa kasus tuberkulosis juga membutuhkan pengobatan tambahan untuk meredakan keluhan-keluhan yang dialami pasien, seperti penggunaan nebulizer, terapi sinar, dan terapi postural drainage.

Untuk memenuhi kebutuhan pasien tuberkulosis, MYNURZ hadir dengan fitur terbarunya yaitu ‘Bidding’. ‘Bidding’ merupakan cara pemesanan homecare untuk jangka panjang. Anda bisa memesan jasa perawat atau terapis dengan menggunakan ‘Bidding’ untuk melakukan home visit atau terapi selama menjalami pengobatan tuberkulosis. Perawat atau terapis dari MYNURZ akan membantu pasien menjalani pengobatan dengan memberikan pengawasan dalam mengonsumsi obat dan melakukan terapi-terapi yang dibutuhkan untuk mengurangi keluhan pasien tuberkulosis. Mari dukung program pemerintah demi mewujudkan “Indonesia Bebas TB 2050” dengan melakukan pengobatan yang benar.

Kunjungi MyNurz.com untuk menemukan perawat, fisioterapis, terapis okupasi, dan terapis wicara sesuai kebutuhan Anda.

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedintumblrmail

You may also like...