DY Suharya : “Saatnya Tunjukkan Rasa Sayang Pada Lansia” (Part 2)

Facebooktwitterredditpinterestlinkedintumblrmail

DY Suharya :  “Saatnya Tunjukkan Rasa Sayang Pada Lansia” (Part 2)

Artikel ini merupakan bagian kedua lanjutan dari bagian pertama yang akan bercerita tentang ajakan DY Suharya selaku Founder Azheimer Indonesia dan Regional Director Asia Pacific Alzheimer’s Disease International untuk lebih peduli dan menyayangi lansia.

Satu hal yang membuat hatinya begitu senang karena dirinya menjadi medium bagi banyak orang untuk lebih care dengan orang tua mereka terutama saat orang tua mereka terkena gejala Alzheimer atau demensia.

“Saat kita kecil kita sering kali mengulang hal yang sama berkali-kali. Masak kalau ibu sendiri yang bertanya berulang-ulang kita menjadi kesal dan marah.Ada banyak hal yang membuat saya belajar untuk memahami ibu saya. Hal ini juga membuka banyak wilayah kesadaran saya untuk lebih mengerti ibu. Dan itu merupakan bentuk cinta yang luar biasa indahnya.”

Ternyata hal-hal ini menjadi hal yang menjadi bagian dari kampanyenya untuk mengenali panyakit Alzheimer demensia, demensia Alzheimer, dan lainnya. “September ini merupakan bulan Alzheimer dunia, semakin dini seseorang untuk diketahui mengidap penyakit ini maka penanganannya lebih cepat dan treatment perawatan dan pendampingan yang diberikan keluarga dan lingkungannya akan lebih baik.”

Jangan Maklum dengan Pikun, Tanda Alzheimer

Masyarakat juga harus lebih tahu tentang gejala-gejala Alzheimer. Jangan maklum dengan pikun dan penyakit demensia pada lansia, karena bila dibiarkan akan semakin parah. Daya ingat menurun. Gejala demensia sudah banyak diidap 55 tahun.Penyebabnya masih diteliti namun faktor risikonya bisa karena stres, depresi, gizi buruk dan lainnya.

“Ternyata saya sangat passionate about ageing. Selain itu semua orang pasti akan menjadi tua (lansia). Namun akan jauh lebih baik bila seseorang menjadi lansia yang sehat, mandiri, dihargai, dan memiliki hidup bermakna. Demensia berhubungan dengan siklus kehidupan, berpengaruh  sejak awal. Termasuk saat ibu hamil kalau dia dibentak maka bayinya akan mengalami gangguan. Bagi orang tua juga bila dibentak maka  hal tersebut bisa menurunkan sistem kekebalan tubuhnya dan di di masa mendatang akan berpengaruh terhadap kondisi otaknya,” tambah DY.

Saatnya Lebih Peduli pada Lansia

Bagi yang masih memiliki orang tua, sudah saatnya untuk lebih memperhatikan dan peduli, mumpung orang tua anda belum terkena penyakit Alzheimer dan demensia. “Jangan hanya bertemu atau telepon sebentar lalu berlalu begitu saja, seperti hanya selesaikan tugas biasa. Namun, lakukan hal itu dengan sepenuh hati. Perhatian dan kepedulian itu tidak perlu yang mahal dan waktu khusus. Coba ajak ibu atau ayah ngobrol bagaimana mereka pacaran saat muda, tempat-tempat nostalgia makanan, dan lainnya. Bila ada kesempatan ajak ibu atau bapak pergi ke restoran atau tempat mereka pacaran dahulu.”

Perhatian dan kepedulian itu tidak perlu yang mahal dan menyediakan waktu panjang, lanjut DY.  Bila masih tinggal sama orangtua, berikan waktu khusus untuk bicara. Atau komit setiap Sabtu siang untuk menemani makan, ke salon, atau kegiatan lainnya.Atau bila sudah tidak tinggal di rumah, upayakan satu waktu yang rutin dan komit untuk telepon, misalnya Sabtu atau Minggu malam.

Kalaupun kerap memberi hadiah atau barang itu memang hal yang bagus. Misalnya handphone yang baru namun perlu juga menyediakan waktu untuk memberitahu bagaimana menggunakannya. “Intinya, berikan kasih sayang dan perhatian kepada orangtua. Saya banyak share dengan anak muda untuk terus memberi perhatian ke orangtuanya. Apalagi kalau mereka mengalami kondisi penyakit pikun pada lansia ada lainnya. Apa yang saya alami ini memang lebih pada personal life dan berdampak pada kualitas hidup baik saya, ibu dan orang banyak,” tambah DY.

Meningkatkan Kesadaran Penyakit Alzheimer

DY Suharya :  “Saatnya Tunjukkan Rasa Sayang Pada Lansia” (Part 2)

Organisasi yang dipimpin DY ini menyelenggarakan aneka pelatihan di sekolah-sekolah untuk kesadaran anak-anak tentang gejala Alzheimer.“Saya tidak mau pengalaman saya ‘lari’ dari ibu saya dialami anak-anak atau orang lain. Justru anak harus menyayangi ayah dan ibunya dan tidak bingung menghadapinya kalau memiliki satu kondisi sakit,” tambahnya lagi.

Tahun ini menjadi tahun istimewa bagi DY dan ALZI. Karena ada berbagai gerakan dalam rangka bulan Alzheimer dunia yang mendapat dukungan berbagai talenta kreatif. Di antaranya dari grup musik Slank yang mendukung melalui video campaign #SayangOrtu, Remember Me Film Festival kompetisi film pendek penyakit Alzheimer dengan juri Riri Riza, Mira Lesmana, Andy Noya, dan  Dr Yuda Turana.

Selain itu  DY sendiri juga mendapat dukungan  Unika Atmajaya pada 30 September, Remember Me Charity Concert. Acara ini merupakan sebuah konser penggalangan dana yang dimotori Alumni Paduan Suara Paragita UI yang juga didukung oleh Dewi Lestari, Farman Purnama, Andi Rianto, Aning Katamsi, dan Amoroso Katamsi.

Tidak hanya itu juga akan diadakan di  Erasmus Huis 21 Oktober 2017, photo exhibition didukung oleh Jerry Aurum dan berbagai fotografer lainnya.  Ada satu lagi acara puncak #Road to Conference pada 4-5 November 2017, akan diselenggarakan 20th Asia Pacific Alzheimer’s Disease International Conference, di Hotel Fairmont, Jakarta bertema Dementia A Life-Cycle Approach. “Akan ada 60 forum yang membahas beragam hal tentang gejala Alzheimer dan dari pembicara dalam dan luar negeri. Ini menjadi hal baik untuk lebih meningkatkan kesadaran soal penyakit Alzheimer,” katanya semangat.

Sejak November 2016 lalu selain perannya sebagai Founder Alzheimer Indonesia, DY dipercaya menjadi Regional Director Asia Pacific  Alzheimer’s Disease International. “Ya dengan restu ibu telah membuka jalan yang begitu luas bagi saya untuk lebih terlibat membantu banyak orang. Saat ini saya menjadi regional director untuk 17 negara di Asia Pacific.Saya tidak menyangka dari hal mendampingi ibu saya menjadi seperti sekarang ini. Satu hal, sayangi orang tua. Itu pesan saya kepada setiap orang,” ungkapnya menutup pembicaraan dengan MyNurz. Informasi lebih lanjut mengenai Demensia Alzheimer bisa dilihat di http://www.alzi.or.id.

Jika Anda membutuhkan layanan home care khusus untuk lansia, segera konsultasikan perawatan kesehatan melalui telp (021) 2789 9963 atau Whatsapp di no 0811 1929 119 atau kunjungi website  www.mynurz.com. Banyak terdapat program perawatan home care seperti program perawatan pasca stroke, program perawatan kanker, program perawatan diabetes, program perawatan luka pasca operasi, program perawatan travel nurse dan program perawatan home visit.

MyNurz merupakan layanan kesehatan home care secara online untuk menyediakan perawat medis 24 jam, terapi fisik / fisioterapi, terapis okupasi dan terapis wicara yang bisa datang ke rumah. Dengan layanan rawat pasien di rumah, Anda merasa nyaman saat berkumpul di rumah dengan keluarga dan tetap mendapat perawatan dari jasa perawat homecare profesional. #BerkatDia

Facebooktwitterredditpinterestlinkedintumblrmail

You may also like...