Gondo Budi: “Semangat Tinggi Kunci Sembuh Stroke”

Facebooktwitterredditpinterestlinkedintumblrmail

Gondo Budi:  "Semangat  Tinggi  Kunci Sembuh Stroke"

Stroke bisa datang tiba-tiba tanpa terduga. Hal ini yang dialami Gondo Budi (55) Juli lalu. Dia sempat mengalami lumpuh, lalu dia mengikut fisioterapi tiga bulan dan ternyata sekarang ini dia berangsur pulih dan dapat berjalan kembali.

Suatu pagi MyNurz memiliki kesempatan bertemu dengan Gondo Budi (55) akrab disapa Budi. Senyum dan sapaan ramah segera terlontar dari wajahnya. Dia pun berjabat erat dengan MyNurz.  Jalannya perlahan namun bisa dibilang lancar namun dia berjalan dengan bantuan tripod

Dia pun bercerita tentang kondisinya pasca stroke. “Saya mengalami serangan stroke  10 Juli 2017 lalu. Saya sedang bekerja suatu sore di kantor dan tiba-tiba saya tidak bisa bergerak. Tangan saya tidak bisa memegang atau menggenggam sesuatu. Saya lalu panggil teman saya. Lalu saya dipapah duduk karena saya takut jatuh. Saya minta teman saya untuk segera telepon ke rumah saya dan meminta obat darah tinggi,” jelas Budi mulai bercerita kepada MyNurz.

Sementara itu, Ida istrinya di rumah kaget mendengar kabar tersebut. Saat itu Ida segera mengetahui  kalau suaminya itu mendapat serangan stroke. Karena suaminya memang telah memiliki gejala hipertensi sebelumnya. Untung saja, lokasi rumah dengan kantor suaminya tidak terlalu jauh.

Akhirnya Budi dibawa ke rumah sakit oleh teman-teman kantornya. Hanya memang saat itu dia  rumah sakit bersalin, mengingat rumah sakit tersebut itu paling dekat. Paling tidak dia segera mendapat pertolongan dari dokter. Setelah itu dia sempat dirawat di RS Asri lalu pindah RS Graha Medika Karang Tengah. “Saat dibawa ke rumah sakit  itu saya masih sadar. Saya masih bisa kritik dokter dan perawat. Misalnya saat mereka pasang kateter, soal AC di kamar rawat, dan lainnya,” jelas Budi.

“Saya dirawat dua minggu di RS Graha Medika. Satu hal yang saya sulit terima adalah saya lumpuh. Tidak bisa berjalan. Saya sedih dan kecewa. Namun, ketika ada ada tawaran dari rumah sakit untuk  fisioterapi, saya langsung setuju. Saya mau saja menjalaninya. Karena saya ingin cepat sembuh,” tambah Budi yang berprofesi sebagai arsitektur ini.

Hanya saja fisioterapi di rumah sakit menurut Budi kurang cocok. “Saya pernah  didudukkan di sebuah kursi dan diminta jalan. Sedangkan telapak kaki saya saja terasa dingin sekali ketika menyentuh lantai. Lalu ketika saya diminta menggerakan kaki, ya  saya tidak bisa gerakan,” katanya lagi.

Melanjutkan Fisioterapi Stroke di Rumah

Gondo Budi:  "Semangat  Tinggi  Kunci Sembuh Stroke"

Ketika Budi sudah diperbolehkan pulang. Budi dan keluarganya memutuskan untuk tetap melanjutkan fisioterapi sebagai bagian pemulihan dari serangan stroke.

Saat itu Budi meminta anaknya Yodi untuk mencari layanan fisioterapi yang dapat datang ke rumah. Akhirnya Yodi melakukan pencarian di Google dan mendapatkan beberapa layanan kesehatan. Yodi menemukan salah satu adalah MyNurz dan dia menelepon dan berdiskusi dengan kedua orang tuanya, dan memutuskan untuk mencoba melakukan fisioterapi dengan salah satu terapis di MyNurz.

Setelah itu Budi melakukan fisioterapi dengan Bolly Onga dari MyNurz. “Saya melakukan fisioterapi seminggu dua kali dan herannya entah mengapa saya merasa nyaman dengan fisioterapi dari MyNurz.”

“Saya tidak menyudutkan yang fisioterapi di rumah sakit. Mungkin saja saya yang tidak cocok. Dengan fisioterapi MyNurz ini entah bagaimana membuat  saya benar-benar semangat. Bolly sosok terapis yang berdedikasi dan telaten. Saat dia  meminta saya untuk mencoba berjalan dia tidak memaksa.  Saya saat itu memang tidak bisa melangkah karena kaki saya juga sudah lama tidak dapat digerakkan. Dia berikan semacam pijatan ringan di telapak kaki hingga lutut beberapa saat. Sehingga telapak kaki saya merasa hangat, jadi ketika diminta menapak lantai tidak terlalu dingin,” jelas Budi.

Motivasi Bisa Berjalan Lagi Usai  Stroke

Gondo Budi:  "Semangat  Tinggi  Kunci Sembuh Stroke"

Bolly memberikan banyak metode yang sangat membantu Budi. Bolly termasuk sosok sabar dan dapat membantu memotivasi pasien. Dia pun memberikan penjelasan misalnya untuk melakukan suatu gerakan. Jadi tidak meminta atau  memaksa untuk bergerak tanpa tahu alasannya.

Jadi Budi seperti termotivasi untuk melakukan suatu gerakan, karena setiap gerakan yang dia lakukan akan membuat dirinya pulih.

“Saya menjadi semangat ikut fisioterapi. Walau awalnya begitu sulit untuk mencoba menggerakan tubuh yang lumpuh. Namun perlahan-lahan saya bisa bergerak sesuai yang diminta Bolly. Saya bertekad bisa berjalan kembali pada hari Raya Idul Adha. Dan, ternyata keinginan saya itu terkabul.  Tepat hari raya Lebaran Haji saya sudah berjalan. Meski begitu saya masih menggunakan alat bantu tripod untuk mencegah saya terjatuh. Saya akhirnya sudah bisa berjalan pada fisioterapi keempat dengan MyNurz,” ungkapnya gembira.

“Kemajuan dari fisioterapi saya rasakan manfaatnya selama tiga bulan. Dengan fisioterapi seminggu sekali ternyata efektif. Bagi orang normal latihan satu jam itu terasa ringan, tapi bagi pasien stroke seperti saya ini itu sudah berat sekali. Saya pernah bilang ke dokter kalau saya sedang lelah karena sehari sebelumnya saya melakukan fisioterapi. Padahal, saya berlatih jalan di ruang tamu saja yang hanya beberapa meter saja,  sudah membuat saya letih,” kata ayah dua orang anak ini ramah.

Pola Hidup Sehat Pasca Stroke

Kini setelah 3 bulan Budi sudah tidak lagi fisioterapi dengan MyNurz. “Namun saya sudah mengetahui beberapa latihan yang bisa saya lakukan sendiri di rumah. Sekarang ini saya sudah bisa berjalan, naik turun tangga, dan merasa tubuh lebih segar. Tetapi tangan kiri saya masih lemah. Saya masih terus berlatih di rumah sendiri. Bolly sudah memberikan saya contoh dan instruksi agar saya bisa berlatih di rumah,” ungkapnya semangat.

Setiap pagi Budi berjalan keliling rumah dan melangkah di atas batu kerikil di depan rumah sebagai bagian latihan.  Dia juga kontrol ke dokter dan masih  minum obat. Selain itu, Budi  juga minum vitamin agar tubuhnya lebih bugar.  “Saya diminta konsumsi  makanan sehat  yang tidak mengandung lemak jahat, lebih banyak buah dan sayur. Suplemen yang mengandung Omega dari ikan juga bagus untuk kondisi saya.”

Budi menyadari kesehatan itu hal mahal yang harus dijaga siapapun. “Semoga tangan kiri saya sudah kembali normal pada Januari 2018. Saat ini pun saya sudah bekerja di dekat rumah mengawasi  renovasi rumah tetangga saya. Bekerja seperti ini membuat  saya tetap semangat. Untung saya mendapat dukungan penuh dari istri dan anak-anak. Istri saya begitu telaten merawat saya sendiri. Alhamdulilah, saya bisa lewati stroke dan semoga saya tambah sehat,” tuturnya menutup pembicaraan dengan MyNurz.

Facebooktwitterredditpinterestlinkedintumblrmail