Kementerian Kesehatan Kirim Dokter, Perawat Medis dan Obat untuk Korban Gempa Palu – Donggala

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedintumblrmail

Kementerian Kesehatan Kirim Dokter, Perawat Medis dan Obat untuk Korban Gempa Palu - Donggala

Gempa dan tsunami yang mengguncang Kota Palu dan Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah pada Jumat, 28 September 2018 membuat Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI bergerak cepat dengan mengirimkan bantuan dokter, perawat medis dan obat-obatan.

Beberapa spesialisasi dokter yang paling dibutuhkan untuk menangani korban gempa antara lain dokter spesialis Ortopedi, Bedah Umum, Bedah Saraf, Anestesi, Perawat Medis yang terdiri dari Perawat Bedah dan Perawat Anestesi. Tim tenaga medis pertama yang diberangkatkan adalah para dokter dari RSUP Kandouw dan RSUP dr Wahidin Sudirohusodo, dilanjutkan tim tenaga medis dari RS dr Kariadi dan RS Sarjito. Kemudian selanjutnya tim dokter dari RS Hasan Sadikin, dan RS dr Mohammad Hoesin juga diterjunkan ke lokasi gempa.

Terkait obat-obatan, Kemenkes berkoordinasi dengan kabupaten terdekat untuk memudahkan pengiriman obat seperti Kabupaten Luwuk Timur yang tidak terkena dampak bencana gempa. Saat ini ketersediaan obat di lokasi bencana masih mencukupi.

Baca juga : Waspada Penyakit Autoimun, Begini Perawat Medis Memulihkannya
Kementerian Kesehatan Kirim Dokter, Perawat Medis dan Obat untuk Korban Gempa Palu - Donggala

Dokter dan Perawat Medis Dampingi Korban Gempa

Pada Minggu, 30 September 2018, RSUP Kandou Manado memberangkatkan sembilan tenaga kesehatan beserta perawat medis. Mereka berangkat via udara ke Gorontalo kemudian dilanjutkan menuju Palu melalui jalan darat.

Selain itu, Kemenkes juga mengerahkan 30 Tenaga Kesehatan Nusantara Sehat yang terdiri dari dokter dan perawat medis berangkat ke Sulawesi Tengah. Dokter dan perawat medis tersebut difokuskan dalam krisis penanggulangan bencana di lokasi.

Hingga hari ketiga, korban gempa bumi dan tsunami di Kabupaten Donggala-Kota Palu, Sulawesi Tengah, yang berhasil dievakuasi terus bertambah. Korban meninggal yang berhasil dievakuasi sebanyak 925 jiwa, sementara korban luka-luka sebanyak 799 jiwa, dan untuk korban yang hilang sebanyak 99 jiwa. Selain itu jumlah pengungsi sebanyak 59.450 jiwa yang terpapar di 109 titik. Perawat medis bersiaga untuk mendampingi dan merawat para korban gempa dan tsunami Palu dan Donggala.

Baca juga : Pentingnya Perawat Medis bagi Pasien Stroke

Kementerian Kesehatan Kirim Dokter, Perawat Medis dan Obat untuk Korban Gempa Palu - Donggala

Ikatan Dokter Indonesia Juga Kirim Perawat Medis

Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mengirim tim Aju (tim pendahuluan) dari IDI cabang Makassar ke Sulawesi Tengah untuk penanganan medis korban usai gempa dan tsunami di Palu dan Donggala pada Jumat, 28 September 2018.

Tim Aju diterjunkan bersama Tim Batalyon Kesehatan (yonkes) TNI, Fakultas Kedokteran Universitas Hassanudin, dan tim Siaga Bencana Makassar melalui jalur darat hingga udara.

Sekretaris Jenderal Pengurus Besar IDI Mohamad Adib Khumaidi mengatakan tim gabungan medis ini melakukan Rapid Health Assesment atau penilaian kesehatan cepat. Adib mengatakan pengiriman tenaga medis karena rumah sakit lumpuh total pasca gempa dan tsunami. Lumpuhnya aktivitas rumah sakit itu diketahui karena jalur komunikasi dan listrik yang terputus.

BNPB  juga menyatakan para korban membutuhkan perhatian dan sejumlah kebutuhan mendesak yang dibutuhkan di lokasi tersebut. Kebutuhan mendesak itu diantaranya perbaikan listrik, perbaikan jalur komunikasi, makanan siap saji, makanan bayi, dan makanan anak, juga evakuasi dan SAR, tenda, terpal selimut, veltbed, kemudian rumah sakit lapangan, dokter, perawat medis, obat-obatan, air bersih, serta hunian sementara.

Perawat medis juga bisa ditemukan melalui telp  (021) 2789 9963 atau Whatsapp di no 0811 1929 119 atau kunjungi website  www.mynurz.com. Banyak terdapat program perawatan home care seperti program perawatan pasca stroke, program perawatan kanker, program perawatan diabetes, program perawatan luka pasca operasi, program perawatan travel nurse dan program perawatan home visit.

MyNurz merupakan layanan kesehatan home care secara online untuk menyediakan perawat medis 24 jam, terapi fisik / fisioterapi, terapis okupasi dan terapis wicara yang bisa datang ke rumah. Dengan layanan rawat pasien di rumah, Anda merasa nyaman saat berkumpul di rumah dengan keluarga dan tetap mendapat perawatan dari jasa perawat homecare profesional. #BerkatDia

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedintumblrmail

You may also like...