Ketahui Stadium Kanker Darah (Leukimia) dan Terapi yang Bisa Dilakukan di Rumah

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedintumblrmail

Ketahui Stadium Kanker Darah (Leukimia) dan Terapi yang Bisa Dilakukan di Rumah

Leukimia adalah jenis kanker darah yang memengaruhi produksi dan fungsi sel darah putih dalam melawan infeksi. Bila Anda menderita leukimia, tubuh akan membuat banyak sel darah putih abnormal (sel leukimia) dan menghancurkan sel darah putih normal dalam tubuh. Akibatnya, timbullah infeksi dan peradangan di sekujur tubuh.

Kanker darah hanya dapat didiagnosis melalui pemeriksaan sumsum tulang. Tes sumsum tulang berperan penting dalam diagnosis stadium kanker darah. Untuk memahami diagnosis dan merencanakan pengobatan kanker, Anda harus tahu dulu seputar stadium leukimia beserta gejalanya.

Baca juga : Penyakit Asam Urat, Pulihkan Dengan Fisioterapi

Gejala Kanker Darah (Leukimia)

Gejala kanker darah juga ummnya sulit didiagnosis karena cenderung mirip dengan kondisi lain, seperti flu. Karena itu, Anda perlu mewaspadai gejala-gejala umum leukimia yang tidak membaik atau mereda, seperti :

  • Lemas atau kelelahan yang berkelanjutan
  • Demam
  • Menggigil
  • Keringat berlebihan, terutama pada malam hari
  • Nyeri pada tulang atau sendi
  • Penurunan berat badan
  • Pembengkakan pada limfa noda, hati, atau limpa
  • Muncul infeksi yang parah atau sering terjadi
  • Mudah mengalami pendarahan, misalnya sering mimisan atau memar
  • Muncul bintik-bintik merah pada pada kulit

Jika Anda atau anak Anda mengalami gejala-gejala di atas, segera konsultasikan ke dokter. Terutama untuk gejala yang sering kambuh atau tidak kunjung membaik.

Tahapan Stadium Leukemia

Menurut Cancer Research United Kingdom, stadium leukemia limfotik kronis atau chronic lymphocytic leukemia (CLL) memilki 3 tahapan. Tahapan stadium leukemia ini ditentukan menggunakan metode Binet lewat analisis hasil tes laboratorium.

Selama tes untuk menentukan stadium kanker darah, dokter akan melihat jumlah sel darah putih abnormal dan apakah ada kelenjar getah bening atau limpa yang membesar. Mereka juga melihat apakah produksi sel darah normal juga telah terpengaruh. Tujuan mengetahui tahap leukemia limfositik kronis adalah untuk menentukan pengobatan atau perawatan medis yang Anda butuhkan.

Berikut gambaran besar dari tahapan stadium kanker leukimia, mulai dari yang paling ringan sampai akhir

Stadium A

Pada stadium ini terjadi pembesaran kelenjar getah bening (limfadenopati) di kurang dari tiga kelompok/lokasi dan jumlah sel darah putih yang tinggi.

Stadium B

Pembeseran kelenjar getah bening pada lebih dari tiga kelompok/lokasi dan jumlah sel darah putih tinggi.

Stadium C

Terjadi pembesaran pada sekelompok kelenjar getah bening atau limpa di suatu bagian tubuh, jumlah sel darah putih tinggi, dan jumlah sel darah merah atau trombosit yang rendah.

Pada setiap tahap, sekelompok kelenjar getah bening diartikan sebagai kelenjar getah bening di satu area tubuh, misalnya di leher, ketiak atau pangkal paha. Setiap daerah dihitung sebagai satu kelompok bahkan jika kelenjar getah bening di kedua sisi tubuh membengkak. Pada setiap tahap, leukemia memiliki gejalanya sendiri.

Tahap A

Satu-satunya gejala yang mungkin Anda miliki adalah pembesaran kelenjar getah bening dan biasanya belum dirasakan oleh Anda.

Tahap B

Anda mungkin akan mudah merasa lelah dan belum memiliki gejala.

Tahap C

Anda akan mengalami anemia dan cepat merasa lelah. Pada tahap ini Anda akan memiliki tanda-tanda pembekuan darah abnormal, seperti mimisan, atau memar. Anda juga mungkin mengalami infeksi berulang dan terjadi penurunan berat badan serta mudah berkeringat di malam hari.

Baca juga : Kenali Silent Stroke, Begini Cara Mengatasinya

Panggil Terapi ke Rumah

Sebelum menjalani pengobatan leukimia, dokter akan melakukan sejumlah pemeriksaan terlebih dahulu. Mulai dari tes kesehatan secara umum, tipe leukimia, dan seberapa besar dampak leukimia pada tubuh Anda. Setelah itu, dokter baru bisa menentukan pengobatan kanker darah leukimia yang tepat untuk Anda, di antaranya:

Kemoterapi

Kebanyakan kasus leukimia ditangani dengan kemoterapi untuk membunuh sel leukimia yang menggerogoti tubuh pasien. Tergantung tipe leukimianya, Anda mungkin akan diberikan obat dosis tunggal atau beberapa jenis obat sekaligus. Bentuknya pun bisa berupa obat kemoterapi minum atau disuntikkan lewat infus.

Terapi biologis

Terapi biologis berfungsi untuk membantu menguatkan sistem imun tubuh Anda untuk melawan sel leukimia.

Terapi target

Terapi ini lebih spesifik tertuju pada bagian tubuh yang banyak terdapat sel kanker. Salah satunya, obat imatinib (Gleevec) dapat menghentikan aktivitas protein pada sel leukimia sehingga penyebarannya dapat dicegah.

Terapi radiasi

Terapi radiasi umumnya menggunakan sinar-X atau sinar berenergi tinggi untuk merusak sel-sel leukimia dan menghentikan pertumbuhannya.

Transplantasi sel induk

Transplantasi sel induk adalah prosedur untuk mengganti sumsum tulang yang terinfeksi sel leukimia dengan sumsum tulang yang sehat. Jensi pengobatan ini biasanya dilakukan untuk pasien leukimia yang usianya di bawah 55 tahun.

Jika Anda membutuhkan layanan home care, segera konsultasikan perawatan kesehatan melalui telp (021) 2789 9963 atau Whatsapp di no 0811 1929 119 atau kunjungi website  www.mynurz.com. Banyak terdapat program perawatan home care seperti program perawatan pasca stroke, program perawatan kanker, program perawatan diabetes, program perawatan luka pasca operasi, program perawatan travel nurse dan program perawatan home visit.

MyNurz merupakan layanan kesehatan home care secara online untuk menyediakan perawat medis 24 jam, terapi fisik / fisioterapi, terapis okupasi dan terapis wicara yang bisa datang ke rumah. Dengan layanan rawat pasien di rumah, Anda merasa nyaman saat berkumpul di rumah dengan keluarga dan tetap mendapat perawatan dari jasa perawat homecare profesional. #BerkatDia

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedintumblrmail

You may also like...