Lansia, Kian Tua Ternyata Lebih Bahagia

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedintumblrmail

MyNurz Lansia Bahagia Main Image2

Pernahkah Anda berpikir akan memberikan kado ulang tahun kepada ayah Anda yang berusia ke-70 tahun? Mungkin saja Anda punya ide memberikan gadget Iphone 7, kamera, laptop, sweater, traktir makan malam di restoran ternama atau hadiah traveling ke Eropa? Namun, tahukah Anda apa mereka yang inginkan sebenarnya?

Dari penelitian terbaru para lansia justru tak menginginkan hal ini. Bisa saja Anda membelikan hadiah orang tua handphone  Iphone terbaru,  namun mungkin hanya akan berakhir di laci meja. Namun, fakta sebenarnya lansia justru hanya ingin menghabiskan waktu weekend penuh bersama seluruh anak dan cucunya.

Makna Kebahagiaan bagi Lansia

Publikasi The Journal of Consumer Research menemukan bahwa jenis pengalaman yang membuat orang bahagia  ternyata berubah dari waktu ke waktu sejalan dengan usia seseorang.

Ketika masih muda kebanyakan orang percaya memiliki masa depan jauh ke depan. Saat masih muda  mereka lebih memilih pengalaman unik di luar rutinitas sehari-hari.

Sedangkan ketika seseorang mulai lansia akan berubah. Para lansia meyakini waktu mereka  kian terbatas dan mereka akan lebih menekankan  pada makna  dari sebuah pengalaman. Uniknya, pengalaman ini justru datang dari aktivitas rutin sehari-hari.

Perbedaan Bahagia  Antara Anak Muda dan Lansia

MyNurz Lansia Bahagia -1

Mengapa konsep bahgia berbeda antara lansia dan anak muda? “Bagi orang muda masih lebih sering mencari  apa yang mereka inginkan. Pengalaman luar biasa  akan membantu anak muda membangun identitas pribadi. Mereka melihatnya sebagai sesuatu hal yang sangat berharga.  Tetapi seiring bertambahnya usia seseorang, pengalaman akan menjadi inti dan menjadi hal yang lebih dihargai,” ungkap Amit Bhattacharjee sebagai penyelenggara riset.

Senada dengan hal ini juga diungkapkan Peter Caprariello, asisten profesor pemasaran di Stony Brook University.  “Hal ini menunjukkan bahwa adanya penekanan untuk menikmati apa yang sudah dimiliki seseorang ketika menyadari waktu mereka terbatas.”

Temuan penelitian ini  diambil dari delapan eksperimen yang semuanya berkisar pada tema sama. Salah satu dari mereka, Dr. Bhattacharjee dan rekan penulis Cassie Mogilner, asisten profesor pemasaran di University of Pennsylvania, meminta orang berusia 18 sampai 79 untuk mengingat sebuah pengalaman yang luar biasa atau biasa, dan kemudian meminta mereka untuk menilai respons emosional mereka.  Kesimpulannya: kebahagiaan dari pengalaman luar biasa akan konstan, namun kebahagiaan  dari pengalaman rutin ternyata meningkat seiring bertambahnya usia.

Perubahan Perspektif Kebahagiaan Lansia

Hal ini yang masih sesuai dengan penelitian oleh Laura Carstensen, seorang profesor kebijakan publik dan psikologi di Universitas Stanford. Dia berpendapat bahwa pengertian pada lansia,  bahwa mereka memiliki waktu terbatas ternyata mengubah perspektif emosional mereka. Hal ini  menyebabkan mereka lebih ‘menginvestasikan’ energi dalam hal yang paling berarti bagi mereka.

“Saya sangat menyukai makalah ini karena menghubungkan beberapa penelitian penting,” jelas Jim Bettman, seorang profesor bisnis di Duke University. Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa pengalaman membuat orang lebih bahagia dibanding  harta benda. Selain itu, bahwa berbagi pengalaman dengan orang lain ternyata  menghasilkan kesenangan  paling besar.

Hal-hal yang dinikmati orang muda belum tentu apa yang akan membuat orang tua bahagia. “Intinya bukan untuk meniadakan rutinitas mereka dan membuat mereka mencoba sesuatu yang baru,  karena mungkin orang muda berpikir itu yang terbaik untuk  mereka. Tetapi, justru mereka lebih suka melakukan hal-hal yang rutin saja sudah berhasil membuat mereka bahagia,” jelas Dr. Caprariello.

Makin Tua Kian Bahagia

Dalam studi awal, peneliti mempelajari hubungan antara usia dan kepercayaan pada sampel yang terdiri dari hampir 200.000 orang dari 83 negara pada berbagai titik dalam 30 tahun terakhir. Sebuah studi kedua diikuti lebih dari 1.200 orang Amerika dari berbagai usia (Milennials, Gen X dan Baby Boomers) dari waktu ke waktu.

“Ketika kebanyakan orang berpikir kalau lansia itu hanya berkonotasi kemunduran dan rasa kehilangan itu tidak benar .  Sebaliknya, semakin banyak penelitian menunjukkan bahwa beberapa hal pada lansia benar-benar menjadi lebih puas dan bahagia seiring bertambahnya usia, ” jelas Claudia Haase, seorang profesor social policy  di Northwestern.

10 Tips Agar Menjadi Lansia Bahagia

MyNurz Lansia Bahagia -2

Murah hati dan senang menolong, membantu orang lain yang kekurangan atau orang asing yang ditemui, pengaruhnya akan langsung merasakan kebahagiaan.

Jurnal rasa bersyukur Anda, bila Anda membuat catatan rasa bersyukur Anda setiap hari, seperti yang dilakukan saat Anda masih muda, dapat membuat Anda lebih sehat dan mood lebih optimis.

Lebih Spiritual, orang yang terlibat dalam kegiatan agama dan spiritual cenderung lebih bahagia.

Beli ‘pengalaman’ bukan benda. Belilah sesuatu yang akan membuat Anda memiliki pengalaman seru. Misalnya membeli gitar tiket untuk pertandingan olahraga, teater, film, musik, mencicip kuliner baru dan berbagi dengan teman-teman Anda. Pengalaman ini  akan menjadi lebih menginspirasi diri Anda dan membuat Anda bahagia.

Berhenti atau jangan terlalu banyak menghabiskan waktu dengan sosial media. Orang-orang yang terlalu banyak menghabiskan waktu terlalu banyak di FB atau sosial media lainnya cenderung untuk tidak bahagia. Mengapa Anda tidak mencoba berbicara saja dengan orang-orang di sekitar Anda.

Hentikan memeriksa email Anda sepanjang waktu. Orang-orang yang mengecek email setiap waktu sepanjang hari biasanya lebih stres dibandingkan yang memeriksa nya sesekali saja.

Fokus pada waktu, bukan uang. Ketika waktu yang kita butuhkan waktu adalah  membayar tagihan. Waktu adalah sesuatu yang tidak dapat Anda buat. Ketika orang dapat menghargai waktu, maka mereka akan lebih berfokus pada pikiran bagaimana waktu dapat membuat mereka lebih bahagia.

Aktivitas yang menyenangkan. Pilih aktivitas yang menyenangkan  untuk Anda, berkebun, bermain dengan cucu, berkumpul dengan keluarga, bermain musik, atau lainnya. Intinya sesuatu yang dapat membuat Anda melupakan segala sesuatu lainnya yang dapat membuat Anda bahagia. Tidak jarang bagi lansia berkumpul bersama cucu dan anak-anaknya akan merasa bahagia.

Menerima kegagalan, jangan terpaku pada kegagalan dan kekalahan  dalam pekerjaan, percintaan, dan hidup yang membuat bahagia, namun Anda dapat memilih belajar  dari kesalahan dibanding Anda stres dan  menjadi tidak bahagia. (AI)

Kunjungi MyNurz.com untuk menemukan perawat, fisioterapis, terapis okupasi, dan terapis wicara sesuai kebutuhan Anda.

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedintumblrmail

You may also like...