Mewaspadai dan Mencegah 8 Penyakit Musim Banjir

Facebooktwitterredditpinterestlinkedintumblrmail

Mewaspadai dan Mencegah 8 Penyakit Musim Banjir

Musim hujan di Indonesia ditandai dengan tingginya curah hujan. Hujan yang lebat dengan perubahan cuaca ekstrem kerap membawa banyak masalah kesehatan mulai dari flu, tifus, demam berdarah dan lain-lain. Bagaimana mencegahnya?

Apalagi bila terjadi banjir seperti yang  baru-baru ini datang. Banjir sering mendatangkan masalah bagi kesehatan membawa pengaruh kesehatan juga. Banyak penyakit menular yang datang akibat banjir.

Ragam Penyakit Musim Banjir 

Luapan sungai saat hujan baik itu sedikit atau banyak akan genangan kotor yang masuk ke dalam rumah.

Luapan banjir akan membawa genangan kotor ke dalam rumah. Sudah pasti akan membaya berbagai kuman penyakit seperti W.coli, Salmonella dan Shigella, virus Hepatitis, tifus,  dan lainnya.

Ragam virus, kuman dan bakteri ini merupakan hasil polutan rumah tangga, limbah pabrik, pertanian, yang terbawa ke air selokan, sampah makanan, kotoran manusia dan hewat, bangkai, racun pestisida dan insektisida, pupuk, berbagai logam akibat pipa bangunan berkarat, dan lainnya. Tak heran saat banjir banyak penyakit yang juga datang menghampiri warga yang terkena banjir.

Berikut adalah daftar penyakit yang harus Anda waspadai selama musim banjir:

Diare

Diare merupakan salah satu infeksi yang banyak terjadi di seluruh negara berkembang. WHO mencatat setiap tahu sekitar 2 juta anak seluruh dunia, dominasi di bawah 5 tahun meninggal akibat diare. Indonesia termasuk negara dengan angka sekitar 8,5 persen (170 ribu) anak yang meninggal akibat diare.

Umumnya terjadi akibat kurang bersihnya lingkungan, sedikit ketersediaan air bersih,kurangnya nutrisi dalam tubuh yang hilang karena berkurangnya jumlah cairan tubuh bersama cairan diare. Umumnya diare banyak dialami bayi dan anak-anak, orang dengan kondisi buruk, dan yang memiliki kekebalan tubuh lemah.

Gejala diare seperti sakit perut, buang air besar (BAB) yang cair dan sering, kram perut yang hebat dan demam. Pada tingkat yang serius, cairan diare bisa bercampur lendir dan darah.

Penyebab diare adalah akibat konsumsi makanan yang terkontaminasi bakteri, virus, atau parasit. Pada penderita diare ada yang dapat sembuh setelah beberapa hari namun ada yang dapat memakan waktu lama. Pada musim hujan dan bajir diare ini akibat salmonella, shigellam dan cholera.

Demam Berdarah

Demam berdarah (DBD) juga merupakan salah satu penyakit infeksi yang kerap dialami di Indonesia saat musim pancaroba, khususnya Januari. Karena itu perlu perhatian khusus untuk mencegah demam berdarah. Penyakit yang disebabkan oleh gigitan nyamuk Aedes Aegepti ini tidak hanya dialami anak-anak, tetapi juga orang dewasa.

Gejalanya mulai dengan demam dengan ruam, sakit kepala parah, nyeri pada bagian mata belakang, nyeri otot dan sendi, dan ruam. Tidak sedikit orang yang kadang menyepelekan penyakit ini, dan datang ke dokter saat sudah parah dann tidak dapat ditolong.

Perlu perhatian untuk segera ke dokter dan melakukan cek darah di laboratorium untuk mendapatkan kepastian adanya demam berdarah atau tidak. Bila ada gejala-gejala yang tidak diketahui penyakit pada keluarga Anda, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter.

Mewaspadai dan Mencegah 8 Penyakit Musim Banjir

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA)

ISPA ini adalah kondisi saat seseorang mengalami infeksi pada saluran pernapasan seperti hidung, tenggorakan, dan paru-paru. Gejala ISPA sebetulnya mirip flu, demam, batuk, sesak napas, dan nyeri dada. ISPA umumnya adalah diakibatnya oleh virus,bakteri atau organisme yang datang dari lingkungan tidak sehat. Saat musim hujan atau banjir dengan tingkat kelembaban tinggi dapat menambah risiko terjadinya ISPA. Umummya ISPA banyak dialami oleh anak-anak dan lansia yang memiliki daya tahan tubuh lemah.

Malaria

Indonesia merupakan salah satu yang memiliki angka tinggi penyakit malaria. Meski jumlahnya cenderung sudah menurun, perlu tetap diwaspadai. Adanya genangan air akibat hujan deras atau banjir dari luapan sungai atau selokan dapat menjadi wadah berkembang biaknya nyamuk. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko malaria. Gejala malaria ini adalah demam, menggigil dan rasa kelelahan yang akut. Malaria tidak diatasi segera, maka akan berakibat fatal karena dapat mengganggu pasokan darah ke organ tubuh yang vital.

Demam Tifoid

Penyakit ini umumnya sering terjadi saat terjadi musim hujan atau musim banjir. Data Kemenkes mencatat penyakit ini dialami sekitar 81 persen setiap seratus ribu jiwa. Di masyarakat sering kali ada kesalahpahaman dengan menyamakan tipes dan tifus, padahal kedua istilah ini berbeda. Demam typhoid (tipes) merupakan infeksi yang terjadi pada usus halus akibat bakteri Salmonella dalam feses atau kotoran hewan, lalu dapat menginfeksi manusia melalui air dan makanan yang tercemar. Tifus merupakan penyakit akibat bakteri Rickettsia yang tidak muncul di Indonesia.

Apa saja gejala demam tifoid? Gejalanya ini adalah sakit kepala, mual, demam yang tidak kunjung sembuh, tidak nafsu makan, dan kadang-kadang disertai diare.

Demam tifoid bila tidak segera diatasi, akan menjadi fatal dan kombinasi seperti infeksi hati, kandung empedu, pneumonia, meningitis, gangguan ginjal dan katup jantung.

Influenza atau Flu

Salah satu penyakit umum saat musim hujan atau musim banjir adalah flu. Flu sendiri sebetulnya salah satu penyakit yang banyak dialami masyarakat Indonesia. Flu disebabkan oleh virus influenza tipe A, B, atau C. Cara virus ini menular adalah melalui paparan cairan tubuh seperti air liur, ingus pengidap yang dapat ditularkan lewat mulut, hitung, tangan yang sudah terkontaminasi virus flu.

Flu akan menyerang sistem pernapasan dan akan menimbulkan gejala pusing, demam, batuh, ngilu, pegal-pegal, radang tenggorokan, lemah, dan lainnya. Flu umumnya tidak berbahaya, namun bagi beberapa orang seperti lansia yang memiliki kondisi tubuh lebih lemah dapat menyebabkan pneumonia yang serius.

Asma

Cuaca dingin yang sering menyertai musim hujan dapat menjadi pemicu serangan asma pada pengidapnya. Saat seseorang bernapas dengan cepat, udara yang dipertukarkan tidak sempat menjadi hangat, sehingga meningkatkan pendinginan dan pembengkakan pada saluran napas.

Hadirnya curah hujan dan banjir umumnya akan membuat udara lebih lembab dan dingin. Bagi penderita asma kondisi ini dapat memicu serangan asma. Apalagi bila banyak lansia yang memiliki riwayat asma akan menjadi sering kambuh. Asma ditandai dengan sesak napas dan pada kondisi parah terdengar suara napas yang terputus atau berbunyi ‘ngik-ngik.’ Pada kondisi asma yang parah bisa menyebabkan fatal dan mengakibatkan kematian.  Jangan anggap sepele asma terutama pada anak-anak dan lansia.

Baca juga : Hari Gizi Nasional Inilah 9 Nutrisi Penting bagi Lansia

Leptospirosis

Penyakit ini juga merupakan langganan saat terjadi banjir. Penyakit ini merupakan infeksi akut akibat bakteri leptospira yang ditularkan hewan yaitu tikus.  Penyakit ini merupakan satu-satunya infeksi epidemi ditularkan langsung melalui air tercemar. Bakteri ini masuk ke tubuh lewat kulit, luka memar atau terbuka, mata yang bersentuhan dengan air kotor atau banjir.

Gejala yang dirasakan pada infeksi leptospirosis di antaranya: sakit kepala ringan, nyeri otot, demam sampai adanya perdarahan hebat pada paru-paru. Bila tidak diatasi, leptospirosis akan menyebabkan kerusakan ginjal, meningitis, gangguan pernapasan, gagal liver, bahkan hingga mendatangkan kematian.

Mewaspadai dan Mencegah 8 Penyakit Musim Banjir

Mencegah Penyakit Musim Banjir

Menjaga kesehatan bagi seluruh keluarga tetap menjadi prioritas keluarga. Saat musim hujan berikan perlindungan maksimal agar keluarga Anda tidak mengalami penyakit serius. Mencegah menjadi salah satu cara terbaik untuk menjaga kesehatan, diantaranya :

  • Upayakan untuk mendapat air bersih untuk keperluan
  • Pastikan mencuci tangan dengan sabun terutama sebelum makan
  • Cuci bersih semua bahan makanan
  • Periksa seluruh keluarga dengan teliti, bila ada yang sakit segera ke
  • Berikan perhatian lebih pada balita dan lansia karena umumnya lebih rentan terhadap penyakit
  • Untuk memastikan suatu penyakit segera ke dokter dan cek laboratorium atau pemeriksaan lain
  • Pakaian upayakan kering dan bersih agar tidak terserang penyakit
  • Setelah banjir reda bersihkan semua perabotan yang terkena banjir dengan dinsinfektan atau anti bakteri
  • Gunakan lotion anti nyamuk untuk hindari penyakit akibat gigitan nyamuk
  • Bersihkan tempat penyimpanan air di kamar mandi dan tempat yang tergenang untuk hindari penyebaran penyakit akibat nyamuk
  • Perkuat kondisi tubuh dengan makanan sehat dan bila perlu konsumsi vitamin dan suplemen

Melihat banyaknya penyakit saat musim hujan dan musim banjir ini sudah sepatutnya setiap orang  lebih menjaga kesehatan seluruh keluarga terutama anak-anak dan lansia.

Jika Anda membutuhkan layanan home care, segera konsultasikan perawatan kesehatan melalui telp (021) 2789 9963 atau Whatsapp di no 0811 1929 119 atau kunjungi website  www.mynurz.com. Banyak terdapat program perawatan home care seperti program perawatan pasca stroke, program perawatan kanker, program perawatan diabetes, program perawatan luka pasca operasi, program perawatan travel nurse dan program perawatan home visit.

MyNurz merupakan layanan kesehatan home care secara online untuk menyediakan perawat medis 24 jam, terapi fisik / fisioterapi, terapis okupasi dan terapis wicara yang bisa datang ke rumah. Dengan layanan rawat pasien di rumah, Anda merasa nyaman saat berkumpul di rumah dengan keluarga dan tetap mendapat perawatan dari jasa perawat homecare profesional. #BerkatDia

Facebooktwitterredditpinterestlinkedintumblrmail