Peran Perawat Medis Saat Ibadah Haji

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedintumblrmail

Pada pelaksanaan ibadah haji, yang berisiko tinggi mengalami masalah kesehatan umumnya adalah lansia. Namun begitu, pada orang-orang muda juga dapat mengalami gangguan kesehatan saat menjalankan ibadah haji.

Menteri Kesehatan Nila Farid Moeloek mengungkapkan penyakit yang paling sering diderita jemaah haji Indonesia adalah hipertensi.

Menurutnya hipertensi banyak diderita jemaah haji yang sudah berusia tua sehingga Kementerian Kesehatan terus melakukan pengecekan kesehatan kepada semua jemaah haji yang akan berangkat maupun yang sudah di Arab Saudi.

Jemaah Haji tahun 2018 tak perlu khawatir terhadap kondisi kesehatan masing-masing individu. Pemerintah, melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sudah mempersiapkan secara matang seluruh kebutuhan jemaah.

Baca juga : Pentingnya Perawat Medis bagi Pasien Stroke

Dokter dan Perawat Medis Dampingi Jemaah Haji

Menurut Kepala Pusat Kesehatan Haji Kemenkes Eka Jusup Singka, pihaknya sudah menyiapkan 1.821 tenaga kesehatan yang terdiri dari dokter, perawat medis dan tenaga kesehatan lainnya. Para tenaga kesehatan ini bakal dibagi ke beberapa wilayah guna memenuhi kebutuhan jemaah.

Sebanyak 1.521 personel yang terdiri dari 507 dokter dan 1.014 perawat medis disiapkan Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) di tiap kelompok terbang (kloter). Kemudian, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) bidang kesehatan menyiapkan 300 personel yang terdiri dari 36 dokter spesialis, 63 dokter umum, dan 201 tenaga kesehatan lain yang bertugas di Klinik Kesehatan Haji Indonesia, sektor dan tempat umum, juga di wilayah Arafah, Muzdalifah, Mina. Selain itu disiapkan juga 280 personel tenaga pendukung kesehatan.

Eka menuturkan, Kemenkes juga akan membagi pelayanan haji di bandara, Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Mekah dan KKHI Madinah.

Untuk Pelayanan di KKHI Mekah, tersedia 270 tempat tidur jemaah sakit dengan kapasitas maksimal 350 orang jemaah sakit. Sementara KKHI Madinah menyediakan 60 tempat tidur jemaah sakit dengan kapasitas maksimal menampung 80 orang jemaah sakit. Terdapat juga unit gawat darurat, rawat inap dan jalan, apotek, poliklinik, hingga laboratorium dan ambulans.

Eka juga menyebutkan pemerintah telah mengirimkan 7 ton obat-obatan yang dikirim dalam peti kemas guna keperluan pengobatan di Tanah Suci.

Menurut Eka, paling banyak obat infeksi saluran pernapasan, seperti pilek, flu, batuk, juga obat penyakit jantung dan hipertensi.

Baca juga : 5 Tips Tetap Sehat saat Beribadah Haji

Tugas Perawat Medis Selama Ibadah Haji

Sepanjang perjalanan ibadah haji, diharapkan perawat medis dapat membantu dan mendampingi jemaah haji. Berikut tugas perawat medis selama ibadah haji berlangsung :

  1. Menerapkan etika pelayanan kesehatan haji
  2. Mengendalikan kejadian penyakit di kloter
  3. Melakukan asuhan keperawatan jemaah haji
  4. Menerapkan komunikasi efektif dalam pelayanan kesehatan haji
  5. Melakukan pencatatan dan pelaporan elektronik dan manual dalam pelayanan kesehatan haji

Perawat medis juga bisa Anda dapatkan di MyNurz, telepon (021) 2205 7505 dan 0811 1929 119 atau kunjungi website www.mynurz.com. Anda dapat menanyakan beragam program perawatan home care seperti program perawatan pasca stroke, program perawatan kanker, program perawatan diabetes, program perawatan luka pasca operasi dan program perawatan home visit.

MyNurz merupakan layanan kesehatan home care secara online untuk menyediakan perawat medis, terapi fisik / fisioterapis, terapis okupasi dan terapis wicara yang bisa datang ke rumah. Anda merasa nyaman saat tetap berkumpul di rumah dengan keluarga dan tetap mendapat perawatan dari jasa perawat homecare profesional.

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedintumblrmail

You may also like...