Perawat Luka Membantu Penyembuhan Lebih Cepat

Konsultasi Untuk Mendapatkan Program Perawatan Luka Yang Sesuai Dengan Kebutuhanmu

Call Us : 021-2789 9963

Klik Disini Untuk Konsultasi Gratis

 

 

Kulit kita adalah organ yang luar biasa. Kulit adalah bagian dari tubuh kita yang berinteraksi langsung dengan dunia luar. Kulit kita adalah yang awalnya melindungi kita dari penjajah atau kuman luar. Kulit terdiri dari dua lapisan, epidermis dan dermis. Epidermis adalah lapisan terluar, bagian yang dapat Anda lihat jika Anda melihat tangan Anda sekarang. Dermis adalah lapisan kulit yang lebih dalam yang bertanggung jawab untuk mendukung epidermis.

Luka adalah ketika kulit menjadi rusak atau rusak karena cedera. Ada banyak jenis luka. Luka superfisial menyebabkan kerusakan pada lapisan kulit epidermis, tetapi tidak pada dermis. Lecet yang dalam adalah luka yang menembus kulit sepenuhnya ke jaringan di bawahnya. Luka tusuk disebabkan oleh benda tajam yang memotong sepenuhnya kulit ke jaringan di bawahnya. Ulkus dekubitus adalah luka yang disebabkan oleh kurangnya suplai darah ke kulit akibat tekanan konstan pada area kulit yang terisolasi.

Anda Memerlukan Perawatan Luka, Telphon Kami untuk Konsultasi Gratis:

Call Us : 021-2789 9963

Klik Disini Untuk Telpon Kami

Luka pada kulit, terutama luka terbuka, perlu mendapatkan perawatan yang intensif. Hal ini karena luka terbuka dapat dengan mudah terinfeksi oleh virus dan bakteri penyebab penyakit. Perawatan luka merupakan hal yang mungkin terdengar sepele, tetapi ternyata memiliki peran dan fungsi besar bagi kesehatan tubuh.
Ada dua jenis luka yaitu:

Luka Akut
Luka akut terjadi akibat adanya jaringan yang rusak karena trauma. Luka jenis ini bisa didapatkan secara disengaja, seperti dalam luka prosedur bedah atau luka sehabis operasi, luka karena kecelakaan yang disebabkan oleh benda tumpul, proyektil, panas, listrik, bahan kimia, atau gesekan. Luka akut biasanya bisa sembuh dengan sendirinya, tanpa memerlukan perawatan yang khusus dan intensif.

Luka Kronis
Luka kronis adalah luka yang tidak bisa diatasi dengan pengobatan selama jangka waktu tertentu (biasanya 4 minggu), dan menjadi “mandek” pada fase inflamasi. Luka kronis juga kerap dikaitkan dengan adanya faktor intrinsik dan ekstrinsik, seperti obat-obatan, gizi buruk, komorbiditas atau pemilihan ganti yang tidak tepat.

Dari bentuknya luka terbagi menjadi:

Luka koyak atau avulsi
Avulsi adalah robeknya sebagian atau seluruh kulit dan jaringan di bawahnya. Luka robek ini bisa terjadi karena tembakan, ledakan, kecelakaan berat, atau perkelahian. Darah yang keluar akibat luka jenis ini biasanya cepat dan banyak, sehingga perlu penanganan medis segera.

Luka tusuk
Luka tusuk disebabkan oleh benda tajam dan panjang, seperti pisau, jarum, atau paku. Meski umumnya tidak menyebabkan darah banyak keluar, luka jenis ini dapat menembus kulit hingga melukai organ dalam.

Selain itu, luka tusuk juga dapat menyebabkan tetanus. Jika Anda tertusuk benda yang kotor, misalnya paku berkarat, disarankan untuk segera memeriksakan diri ke dokter. Dokter akan melakukan perawatan luka untuk mencegah infeksi, dan memberikan vaksinasi tetanus bila diperlukan.

Luka robek atau laserasi
Luka robek bisa berupa luka gores ringan, bisa juga berupa luka yang dalam dengan bentuk tidak teratur. Luka ini sering ditemukan pada kecelakaan saat berkendara atau kerja, misalnya akibat mesin. Kedaruratan penanganan luka ini, tergantung kepada berat-ringannya perdarahan dan bagian tubuh yang terkena.

Luka sayat atau insisi
Benda yang pipih dan tajam, seperti silet, pecahan kaca, pisau, atau bahkan kertas. Selain itu, luka sayat juga bisa disebakan oleh prosedur pembedahan. Sama seperti luka robek, kedaruratan penanganan luka ini tergantung kepada kondisi perdarahan dan lokasi luka.

Luka baret atau abrasi
Abrasi terjadi ketika kulit bergesekan atau menggores permukaan kasar atau keras, misalnya jalanan beraspal atau semen. Meski tidak menimbulkan banyak perdarahan, luka jenis ini perlu dibersihkan dengan baik untuk menghindari infeksi.

Kenapa Dilakukan Perawatan Luka?

Proses perbaikan atau penyembuhan jaringan terutama pada luka misalkan karena operasi atau trauma misalkan kecelakaan atau penyakit seperti diabetes sangat kompleks dan tidak dapat diprediksi, terutama pada pasien yang lebih tua.

Luka pada penderita berusia tua atau lansia akan lebih suit dalam penyembuhan karena penuaan pada jaringan. Dalam semua kasus, penyembuhan akan bergantung pada respons terkontrol terhadap trauma dan kemampuan intrinsik tubuh untuk sembuh. Setiap kebutuhan dan luka penyembuhan setiap pasien adalah unik, yang akan menghadirkan tantangan yang selalu berubah bagi ahli medis yang melakukan perawatan luka tersebut.

Perawatan luka penting untuk dilakukan agar luka tidak semakin parah dan berkembang menjadi luka kronis, infeksi, atau kondisi-kondisi serius lainnya. Perawatan luka yang dilakukan dengan baik juga dapat melindungi luka dari virus dan bakteri penyebab penyakit ke dalam tubuh.

Perawatan luka oleh perawat luka home care akan membantu untuk merawat luka mulai dari membersihkan luka, pengaplikasikan obat, membalut dan hal lain yang dibutuhkan dalam perawatan luka untuk mempercepat penyembuhan luka akibat diabetes, luka  setelah operasi atau luka akibat trauma lainnya seperti setelah kecelakaan.

Luka Diabetes

Luka pada penderita diabetes merupakan luka terbuka yang kerap ditemukan di kaki. Sekitar 15 persen pasien diabetes memiliki luka diabetik, terutama di bagian bawah kaki. Sayangnya tidak banyak penderita diabetes yang tahu cara merawat luka diabetes. Di antara mereka yang menderita luka di kaki, 6 persen akan dirawat di rumah sakit karena infeksi atau komplikasi terkait luka tersebut.

Sebagian lainnya akhirnya menjalani amputasi karena terlalu banyak jaringan yang mati. Diabetes adalah penyebab utama amputasi tungkai bawah karena sebab non-traumatis. Sekitar 14-24 persen pasien dengan luka diabetes akhirnya memerlukan amputasi.

Luka pada penderita diabetes biasanya terjadi di kaki penderita diabetes diawali dari kontrol gula darah yang buruk. Akibatnya terjadi kerusakan pembuluh darah, termasuk pembuluh darah perifer di kaki, yang mengganggu sirkulasi. Ketika terjadi luka, sulit sembuh karena buruknya pasokan nutrisi dari darah. Penderita diabetes biasanya mengalami komplikasi saraf neuropati, penderita diabetes tidak dapat merasakan sakit ketika terjadi luka atau trauma di kakpenderita diabetes tersebut tidak menayadari adanya luka, tidak merawat luka itu dan tiba tiba luka sudah menjadi besar.

MyNurz menyediakan untuk perawat luka yang dapat membantu untuk merawat luka anda sehingga tingkat kesembuhan menjadi lebih cepat. Konsultasikan kebutuhan perawatan luka anda pada team ahli kami untuk mendapatkan perawatan luka yang sesuai. Perawat MyNurz melayani home visit harian untuk merawat luka dan kebutuhan perawat harian lainnya.

Klik Disini: 0811 1929 119