Serunya Lansia Bernyanyi dan Menari di Temu Kangen ISCC

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedintumblrmail

Rabu pertengahan Januari,  terlihat sekitar 1.000 lansia berkumpul dari berbagai komunitas. Mereka antusias menghadiri Temu Kangen bulanan Indonesia Senior Citizen Club (ISCC).

Pagi itu hari cerah berlangit biru. Matahari bersinar terang. Wajah-wajah ceria terlihat memasuki ruang Dome Harvest, Karawaci, Tangerang. Sejak pukul  09.00 WIB telah banyak lansia berdatangan. Kebanyakan mereka menumpang bus secara  berkelompok dari berbagai penjuru Jakarta dan  wilayah seputarnya.

Mereka semangat menempati kursi dan menunggu acara dimulai. Terlihat artis lawas Henny Purwonegoro menyanyikan beberapa lagu. Saat Henny menyanyi sontak para lansia ini ikut bergoyang menari mengikuti irama lagu dan menyanyi. Mereka tidak malu lagi menari.

Terlihat seorang lansia duduk di kursi paling depan. Meskipun dia duduk,  namun kaki, tangan, dan kepalanya bergoyang-goyang mengikuti musik. Wajah terlihat ramah, penuh senyum,  dan bergembira. “Saya sudah sering ke acara ini. Saya tinggal di daerah Bumi Serpong Damai  saya senang kalau datang ke sini,” jelas Oma Sudono (86) yang ditemui MyNurz.  Oma cantik ini pun meminta kesediaan  MyNurz memotret dirinya untuk kenang-kenangan.

Di sudut belakang, MyNurz menjumpai  Mieke yang juga asyik bergoyang menari-nari.  Mieke bercerita dia sering datang ke acara Temu Kangen. “Saya senang sekali bisa datang ke acara ini,saya datang bersama teman-teman saya dari kelompok lansia  Corolus, Matraman. Kami naik bus ke sini. Saya sudah datang ke sini sekitar  tiga tahun lalu. Senang saja bisa beramai-ramai kumpul, cerita, menari dan bernyanyi,” kata Mieke.

MyNurz juga sempat bertemu dengan beberapa lansia dari Senior Club Indonesia. Ada sekitar 30 orang yang datang dengan menggunakan bus. Ada beragam komunitas yang hadir.

Komunitas untuk semua Lansia

Serunya Lansia Bernyanyi dan Menari di Temu Kangen ISCC

Henny Poerwonegoro secara bergantian dengan dance bernyanyi lagi. Kali ini dengan beberapa daerah seperti Kampuang Nan Jauh di Mato, Onde-Onde, Uhate, dan lagu lainnya. Kali ini hampir seluruh lansia ikut bergoyang ria.

Ada juga penampilan kelompok   yang menampilkan beberapa lagu dan tarian cowboy dance . Di sini pun para lansia asyik menari.

“Saya senang dengan banyaknya lansia yang datang. Masa tua bukanlah merupakan waktu untuk merasa sedih, merasa sendiri, tidak berguna. Ayo, lansia masih bisa hidup sehat  produktif,” ungkap Meliana Christianti akrab disapa Mel, selaku  Ketua Indonesia Senior Club Community (ISCC) saat ditemui MyNurz.

ISCC adalah komunitas senior terbuka bagi siapa pun untuk bersama bergandeng tangn, beruskacita, bersemengat, menuju sukses garis akhir. Komunitas ini terbuka untuk siapa pun, tidak terbatas pada usia, golongan suku, atau agama tertentu.

Serunya Lansia Bernyanyi dan Menari di Temu Kangen ISCC

“Ayo bergabung di ISCC untuk menjadi lansia yang aktif, sehat, dan bahagia,” jelas Meliana Christianti Ketua ISCC.

“Kami melakukan pertemuan Temu Kangen setiap hari Rabu pertama bulan berjalan. Misalnya Januari ini kami telah mengadakannya pada 10 Januari 2018. Ini merupakan pertemuan pertama tahun ini. Tempatnya di World Harvest Center, Jl. Gunung Rinjani No.6, Taman Himalaya, Lippo Karawaci, Tangerang,” jelas Mel.

Pada tahun ini ISCC sudah memiliki jadwal Temu Kangen  2018 yang akan pada 7 Februari, 7 Maret, 4 April,  3 Mei, 6 Juni, 4 Juli, 1 Agustus, 5 September, 3 Oktober, 7 November, dan 5 Desember.  “ Untuk yang tidak ada kendaran, bila ada minimal 20 orang, akan dijemput dengan bis dari ISCC. Kami sudah berdiri selama 17 tahun, dan kami akan merayakannya pada Maret ini. Mari lansia yang ingin datang silakan tambah Mel,” tambah Mel.

“Lansia di sini memiliki banyak kegiatan positif. Kami mengadakan tour ke beberapa tempat, kami pernah ke Yogya, tahun ini kami akan pergi mengunjungi Purwakatra untuk menikmati keindahan air mancur, kuliner dan lainnya. Kami suka jalan-jalan. Namun memang menyesuaikan diri dengan kondisi lansia yang tidak jauh-jauh dan tidak terlalu melelahkan,” ujarnya lagi.

“Kami mendorong lansia hidup bahagia. Buang perasaan negatif, kepahitan, prasangka buruk, dan hal-hal jelek lainnya. Lansia bisa hidup bahagia dengan pikiran dan kegiatan positif. Di ISCC  lansia bisa menghadari pertemuan dengan sesama lansia lain, saling berkenalan, sharing, dan lainnya. Lansia jadi tidak merasa sendiri, memiliki banyak teman dah hidup aktif,”  ungkap Mel dengan semangat.

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedintumblrmail

You may also like...