Terapi Okupasi untuk Penyakit Pompe

Facebooktwitterredditpinterestlinkedintumblrmail

Terapi Okupasi untuk Penyakit Pompe

Penyakit pompe, penyakit langka dan jarang terdengar oleh sebagian besar orang. Namun, tahukah Anda mengenai penyakit ini? Penyakit pompe menyebabkan kelemahan otot dan kesulitan bernapas. Yang paling sering terasa pada bagian tubuh yaitu organ hati, jantung, dan otot. Bila Anda atau anak Anda punya penyakit pompe, ketahuilah bahwa penyakit ini bisa menyerang dengan cara yang berbeda-beda pada setiap orang. Karena itu Anda butuh bantuan terapi okupasi untuk menanganinya.

Baca juga : Cara Terapi Okupasi Membantu Lansia untuk Mandiri

Gejala Penyakit Pompe

Gejala penyakit pompe yang muncul, waktu munculnya gejala, dan tingkat keparahan gejala berbeda-beda pada setiap orang. Berikut gejala penyakit pompe :  

  • Lemas pada kaki, lengan, dan badan
  • Napas yang memburu dan mengalami infeksi paru-paru
  • Susah bernapas ketika tidur
  • Tulang belakang melengkung
  • Hati (liver) membesar
  • Lidah membesar sehingga susah mengunyah dan menelan
  • Persendian kaku

Penyebab Penyakit Pompe

Penyakit ini diturunkan dari orangtua. Pewarisan dua gen dari orang tua yang menyebabkan penyakit ini, satu dari ayah dan satu dari ibu. Anda juga bisa mewarisi satu gen saja dari salah satu orang tua dan tidak mengalami gejala-gejala penyakit pompe.  

Pengobatan Penyakit Pompe

Perawatan penyakit pompe harus dilakukan sedini mungkin. Jenis pengobatan akan direkomendasikan untuk menggantikan protein yang hilang dan membantu tubuh mengolah gula sebagaimana mestinya.

  • Myozyme, untuk bayi dan anak-anak
  • Lumizyme

Selain dengan mengonsumsi obat, orang yang mengalami penyakit pompe harus menjalani terapi okupasi.

Terapi Okupasi di rumah

Memiliki penyakit pompe diperlukan perhatian khusus. Maka, Anda bisa menemui dokter untuk berkonsultasi seputar penyakit pompe untuk membantu Anda menghadapi berbagai perubahan akibat penyakit pompe.

Terapi okupasi dapat membantu memulihkan penyakit pompe dengan melakukan latihan tangan untuk mempertahankan kekuatan dalam melakukan tugas-tugas umum seperti menggunakan kunci atau mengancingkan baju. Terapis okupasi juga dapat merekomendasikan perangkat adaptif spesifik yang dirancang untuk membuat tugas sehari-hari ini lebih mudah dan mengurangi resiko yang tidak diinginkan.

 

Facebooktwitterredditpinterestlinkedintumblrmail