Kamu Seorang Perawat Medis? Ini 3 Tips untuk Berkomunikasi Efektif dengan Pasien

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedintumblrmail

 

Peneliti telah menunjukkan bahwa jumlah pasien yang berhasil berhenti merokok ditemukan dua kali lipat ketika bersama perawat medis yang dilatih untuk membina pasien menghentikan kecanduan mereka, dan secara aktif menjelaskan efek buruk rokok ke pasien. Tentu saja, komunikasi efektif oleh perawat medis bisa menghasilkan hasil positif jika dilakukan dengan benar. Jadi bagaimana cara mendapatkan efektifitas dalam berkomunikasi dengan perawat?

Baca juga : Penting! Perawat Medis Wajib Melek Teknologi Demi Kesembuhan Pasien

Perawat medis harus fokus

Perawat medis harus berfokus pada pasien saat berbicara. Jika permintaan pasien tidak terpenuhi akibat salah interpretasi atau kurang konsentrasi, tidak perlu diragukan lagi pasien akan menjadi frustasi dan/atau marah karena perawat medis tidak memperhatikan, dan menyebabkan gagal mencapai tujuan komunikasi antara perawat medis dengan pasien.

Kurang fokus ketika berbicara dengan pasien bisa membuat pasien merasa tidak penting atau dihiraukan, ini merupakan tanda komunikasi yang sangat tidak efektif. Pasien cenderung merasa sedih dan marah jika tidak dihiraukan, khususnya ketika mereka sudah merasa tidak enak. Bahasa tubuh juga merupakan sesuatu yang penting. Menjaga kontak mata dan sedikit menganggukan kepala mungkin terdengar sederhana, tetapi ini merupakan hal penting untuk membuat pasien merasa nyaman dan yakin.

Berhati-hati saat berkomunikasi

Pasien biasanya berada dalam situasi kesakitan atau gelisah akibat penyakit atau cedera, dengan demikian penting untuk berbicara dengan jelas, perlahan dan menghindari istilah medis yang menyulitkan pasien. Bahasa tubuh dan nada bicara harus juga dipertimbangkan. Misalnya, perawat medis sebaiknya meletakkan tangan di sisi tubuh mereka, daripada menyilangkannya di depan dada ketika berbicara, karena sikap tubuh demikian bisa mengindikasikan masalah atau sulit didekati, dan bisa membuat pasien merasa tertekan.

Baca juga : Pentingnya Perawat Medis bagi Pasien Stroke

Memeriksa tingkat stres secara berkala

Perawat medis sangat penting mengontrol emosi agar komunikasi dengan pasien menjadi efektif. Misalnya, jika pasien merasa gelisah atau marah dan melampiaskannya ke perawat medis, maka perawat medis harus memberi respon yang sesuai demi mencegah bertambah buruknya kondisi pasien. Dengan begitu perawat medis harus terus memeriksa emosi pasien dan berusaha menenangkan mereka yang sedang marah tersebut.

Kemampuan komunikasi yang buruk bisa menghancurkan hubungan antara pasien dan perawat medis, kesalahan komunikasi atau interpretasi bisa menimbulkan masalah lain. Karena itu adalah tanggung jawab perawat medis untuk memastikan komunikasi tetap tersampaikan dan jelas.

Jika Anda ingin berkonsultasi mengenai masalah kesehatan silahkan menghubungi (021) 2205 7505 dan whatsapp di no 0811 1929 119 atau kunjungi website  www.mynurz.com. Anda dapat menanyakan beragam program perawatan home care seperti program perawatan pasca stroke, program perawatan kanker, program perawatan diabetes, program perawatan luka pasca operasi, program perawatan travel nurse dan program perawatan home visit.

MyNurz merupakan layanan kesehatan home care secara online untuk menyediakan perawat medis 24 jam, terapi fisik / fisioterapi, terapis okupasi dan terapis wicara yang bisa datang ke rumah. Anda merasa nyaman saat tetap berkumpul di rumah dengan keluarga dan tetap mendapat perawatan dari jasa perawat homecare profesional.

 

Referensi : 5 Strategies to Improve Communication in the Workplace

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedintumblrmail

You may also like...